Chinesse Ghost Stories
In Chinese tradition, the fourteenth day of the seventh month in the lunar calendar is called Ghost Day and the seventh month in general is regarded as the Ghost Month, in which the gates of Hades are opened to free the hungry ghosts who then wander to seek food on Earth. Some even think that the ghosts would seek revenge on those who had wronged them in their lives.
On the fourteenth day the three realms of Heaven, Hell and the realm of the living are open and both Taoists and Buddhists would perform rituals to transmute and absolve the sufferings of the deceased. Activities during the month would include preparing ritualistic food offerings, burning incense, and burning joss paper, a papier-mache form of material items such as clothes, gold and other fine goods for the visiting spirits of the ancestors. The reason why the Chinese celebrate this festival is to remember their dead family members and pay tribute to them. They also feel that offering food to the deceased appeases them and wards off bad luck.
Most Chinese would be going out less during the Ghost Month particularly the fourteenth day. Many people have seen spirits during the month. An interesting superstition that the Chinese have about the festival is that it is bad to go swimming during the 7th month. They think that an evil ghost might cause you to drown in the swimming pool. In addition to this, children are also advised to return home early and not to wander around alone at night. This belief is due to the reason that the wandering ghosts might possess children.
Once the festival is over, as the Chinese believe that the ghosts return back to where they come from.
Friday, September 26, 2008
Friday, September 19, 2008
Wednesday, September 17, 2008
Konsep Gaya
Gaya adalah kemampuan yang dapat menyebabkan perubahan kecepatan dan atau bentuk benda. Pada benda tegar, gaya hanya menyebabkan perubahan kecepatan. Contoh perubahan kecepatan yang diakibatkan gaya antara lain benda jatuh, bola ditendang, kursi didorong, mobil-mobilan ditarik. Contoh perubahan bentuk akibat gaya antara lain balon ditekan, pegas ditarik atau didorong.
Gaya dibedakan menjadi dua, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Contoh gaya sentuh antara lain gaya otot, gaya gesekan, gaya normal, gaya pegas dan gaya mesin. Contoh gaya tak sentuh antara lain gaya gravitasi, gaya listrik, dan gaya magnet.
Gaya diukur dengan neraca pegas atau dinamometer dengan satuan newton atau N. Besar 1 N = 1 kg.m/s2. Gaya termasuk vektor, sehingga penjumlahan beberapa gaya pada satu benda dilakukan secara vektor.
Hukum I Newton
Jika resultan gaya pada sebuah benda sama dengan nol, maka benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan (kecepatan tetap).
Hukum I ini merupakan hal khusus dari Hukum II Newton untuk percepatan a = 0 (benda tetap diam atau tetap melakukan gerak lurus beraturan. Hukum I berlaku untuk kerangka acuan inersia.
Inersia (kelembaman)
Benda bersifat lembam. Artinya benda cenderung untuk berada pada keadaan stabil/setimbang). Sehingga benda cenderung mempertahankan kesetimbangannya tersebut. Benda setimbang mungkin dalam keadaan diam atau kecepatan tetap (kecepatan dalam arti vektor, sehingga arahnya juga tetap sehingga lintasannya lurus). Makin besar massa benda, makin lembam.
Contoh-contoh sifat kelembaman benda antara lain:
1. Balok yang berada di atas kertas pada meja datar akan tetap bertahan, bila kertas ditarik cepat.
2. Seorang penumpang bis akan jatuh bila tiba-tiba bis dipercepat atau diperlambat.
Hukum II Newton
Besar perbandingan antara gaya resultan F dan percepatan pada sebuah benda besarnya selalu tetap.
Secara matematis, hukum II Newton dirumuskan :F=m.a
Tetapan m pada hukum II Newton tersebut disebut dengan massa kelembaman atau inersia
Keterangan:
F = gaya resultan (N);
m = massa (kg);
a = percepatan (m/s2).
Hukum III Newton
Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda kedua ini juga akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang besarnya sama dengan arah yang berlawanan.
Gaya yang dikerjakan benda pertama disebut dengan aksi dan gaya yang dikerjakan benda kedua disebut dengan reaksi. Pasangan aksi-reaksi ini tidak dapat dipisahkan pada gaya tak sentuh. Syarat-syarat pasangan aksi-reaksi adalah :
a. bekerja pada dua benda;
b. bekerja pada satu garis kerja gaya;
c. besarnya sama;
d. arahnya berlawanan;
e. tidak saling meniadakan (tidak dapat dijumlahkan).
Beberapa contoh Hukum III Newton
1. Orang berjalan di lantai
Aksi : Kaki mendorong lantai ke belakang, Reaksi : Lantai mendorong kaki ke depan
2. Peluru yang ditembakkan dari senapan
Aksi : Peluru mendorong senapan ke belakang Reaksi : Senapan mendorong peluru ke pepan
3.Gaya tarik menarik Bumi dan Bulan
Aksi : Bumi menarik Bulan Reaksi : Bulan menarik Bumi
Gaya adalah kemampuan yang dapat menyebabkan perubahan kecepatan dan atau bentuk benda. Pada benda tegar, gaya hanya menyebabkan perubahan kecepatan. Contoh perubahan kecepatan yang diakibatkan gaya antara lain benda jatuh, bola ditendang, kursi didorong, mobil-mobilan ditarik. Contoh perubahan bentuk akibat gaya antara lain balon ditekan, pegas ditarik atau didorong.
Gaya dibedakan menjadi dua, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Contoh gaya sentuh antara lain gaya otot, gaya gesekan, gaya normal, gaya pegas dan gaya mesin. Contoh gaya tak sentuh antara lain gaya gravitasi, gaya listrik, dan gaya magnet.
Gaya diukur dengan neraca pegas atau dinamometer dengan satuan newton atau N. Besar 1 N = 1 kg.m/s2. Gaya termasuk vektor, sehingga penjumlahan beberapa gaya pada satu benda dilakukan secara vektor.
Hukum I Newton
Jika resultan gaya pada sebuah benda sama dengan nol, maka benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan (kecepatan tetap).
Hukum I ini merupakan hal khusus dari Hukum II Newton untuk percepatan a = 0 (benda tetap diam atau tetap melakukan gerak lurus beraturan. Hukum I berlaku untuk kerangka acuan inersia.
Inersia (kelembaman)
Benda bersifat lembam. Artinya benda cenderung untuk berada pada keadaan stabil/setimbang). Sehingga benda cenderung mempertahankan kesetimbangannya tersebut. Benda setimbang mungkin dalam keadaan diam atau kecepatan tetap (kecepatan dalam arti vektor, sehingga arahnya juga tetap sehingga lintasannya lurus). Makin besar massa benda, makin lembam.
Contoh-contoh sifat kelembaman benda antara lain:
1. Balok yang berada di atas kertas pada meja datar akan tetap bertahan, bila kertas ditarik cepat.
2. Seorang penumpang bis akan jatuh bila tiba-tiba bis dipercepat atau diperlambat.
Hukum II Newton
Besar perbandingan antara gaya resultan F dan percepatan pada sebuah benda besarnya selalu tetap.
Secara matematis, hukum II Newton dirumuskan :F=m.a
Tetapan m pada hukum II Newton tersebut disebut dengan massa kelembaman atau inersia
Keterangan:
F = gaya resultan (N);
m = massa (kg);
a = percepatan (m/s2).
Hukum III Newton
Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain, maka benda kedua ini juga akan mengerjakan gaya pada benda pertama yang besarnya sama dengan arah yang berlawanan.
Gaya yang dikerjakan benda pertama disebut dengan aksi dan gaya yang dikerjakan benda kedua disebut dengan reaksi. Pasangan aksi-reaksi ini tidak dapat dipisahkan pada gaya tak sentuh. Syarat-syarat pasangan aksi-reaksi adalah :
a. bekerja pada dua benda;
b. bekerja pada satu garis kerja gaya;
c. besarnya sama;
d. arahnya berlawanan;
e. tidak saling meniadakan (tidak dapat dijumlahkan).
Beberapa contoh Hukum III Newton
1. Orang berjalan di lantai
Aksi : Kaki mendorong lantai ke belakang, Reaksi : Lantai mendorong kaki ke depan
2. Peluru yang ditembakkan dari senapan
Aksi : Peluru mendorong senapan ke belakang Reaksi : Senapan mendorong peluru ke pepan
3.Gaya tarik menarik Bumi dan Bulan
Aksi : Bumi menarik Bulan Reaksi : Bulan menarik Bumi
Subscribe to:
Posts (Atom)


